Minggu, 05 April 2015

TUGAS SOFTSKILL 1

Pemerintah: BI Rate Masih
Terlalu Tinggi
Menko Perekonomian Sofyan Djalil saat konfrensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 9 Januari 2015. Sofyan yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan dengan delegasi CEO Chevron menyatakan keinginan Chevron berinvestasi infrastruktur migas. Saat ini produksi minyak Chevron di Indonesia, 300 ribu barel/hari. Tempo/Aditia Noviansyah


TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menilai suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 7,5 persen saat ini masih cukup tinggi. “Memang ada harapan bisa turunkan interest rate karena masih cukup tinggi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, di Istana Kepresidenan, Selasa, 25 Februari 2015.

Sebelumnya, menurut Sofyan, Presiden Joko Widodo juga telah mendapat laporan mengenai kondisi perbankan yang baik. Sayangnya, secara umum suku bunga acuan bank sentral itu dinilai masih terlalu tinggi.

Sofyan menuturkan, BI Rate saat ini menjadi refleksi dari kondisi perekonomian tanah air. Jika inflasi bisa ditekan, maka ada ruang bagi Bank Indonesia untuk menyesuaikan suku bunga acuan.
Kendati demikian, pemerintah tak bisa ikut campur dalam penentuan suku bunga acuan perbankan karena kewenangannya mutlak di Bank Indonesia. Namun, pemerintah bisa membantu menciptakan situasi kondusif dengan memastikan pasokan bahan makanan mencukupi, biaya logistik tak tinggi, dan infrastruktur yang memadai.

Dalam kunjungannya ke kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal tadi pagi, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyinggung soal bunga kredit bank di Tanah Air yang masih cukup tinggi. Akibatnya, biaya investasi di dalam negeri terkerek naik sehingga menyulitkan pengusaha untuk menanamkan modal.
Saat ini suku bunga kredit di Indonesia berkisar di level 10-13 persen, bahkan untuk beberapa kredit mikro dan konsumsi, bunganya lebih dari 15 persen. Karena itu, pemerintah setuju dengan langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan menjadi 7,5 persen. ''Kami ingin dan mendorong bank-bank agar ikut menurunkan bunga kreditnya,'' ujar Kalla.



KESIMPULAN :
Pemerintah menilai suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 7,5 persen saat ini masih cukup tinggi. BI Rate saat ini menjadi refleksi dari kondisi perekonomian tanah air. Jika inflasi bisa ditekan, maka ada ruang bagi Bank Indonesia untuk menyesuaikan suku bunga acuan.
Kendati demikian, pemerintah tak bisa ikut campur dalam penentuan suku bunga acuan perbankan karena kewenangannya mutlak di Bank Indonesia. Namun, pemerintah bisa membantu menciptakan situasi kondusif dengan memastikan pasokan bahan makanan mencukupi, biaya logistik tak tinggi, dan infrastruktur yang memadai. Soal bunga kredit bank di Tanah Air yang masih cukup tinggi, mengakibatkan biaya investasi di dalam negeri terkerek naik sehingga menyulitkan pengusaha untuk menanamkan modal.
Saat ini suku bunga kredit di Indonesia berkisar di level 10-13 persen, bahkan untuk beberapa kredit mikro dan konsumsi, bunganya lebih dari 15 persen. Karena itu, pemerintah setuju dengan langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan menjadi 7,5 persen.


SARAN :
Kenaikan BI Rate ini memang diperlukan untuk menangkal tingkat inflasi yang semakin tinggi dan mata uang Rupiah yang semakin melemah. Hal ini menunjukkan bahwa pihak pemerintah tidak hanya bekerja berdasarkan popularitas semata, akan tetapi melihat permasalahan yang sebenarnya dan berusaha mengatasinya.
BI menaikan suku bunga salah satunya dengan tujuan untuk mengendalikan inflasi (menurunkan jumlah uang beredar). BI rate yang terlalu tinggi akan mengakibatkan jumlah dana bank komersial diprioritaskan untuk disimpan di BI agar dapat untung besar. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya kucuran dana untuk sektor riil, dan otomatis pergerakan sektor riil terhambat.
                         
Narasumber:
http://www.tempo.co/read/news/2015/02/24/087644985/Pemerintah-BI-Rate-Masih-Terlalu-Tinggi

Minggu, 22 Maret 2015

TUGAS SOFTSKILL



  

KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA
Update Terakhir 15 March 2013 
Kode Singkatan

Mata Uang
Nilai
Kurs Jual
Kurs Beli
Graph





AUD
1.00
10,111.66
10,006.16
Grafik Time Series
BND
1.00
7,807.32
7,728.22
Grafik Time Series
CAD
1.00
9,539.14
9,442.32
Grafik Time Series
CHF
1.00
10,304.41
10,197.59
Grafik Time Series
CNY
1.00
1,554.29
1,538.67
Grafik Time Series
DKK
1.00
1,701.54
1,684.32
Grafik Time Series
EUR
1.00
12,690.27
12,559.81
Grafik Time Series
GBP
1.00
14,719.04
14,570.11
Grafik Time Series
HKD
1.00
1,256.64
1,243.99
Grafik Time Series
JPY
100.00
10,153.09
10,049.98
Grafik Time Series
KRW
1.00
8.77
8.68
Grafik Time Series
KWD
1.00
34,327.46
33,922.67
Grafik Time Series
MYR
1.00
3,131.71
3,098.23
Grafik Time Series
NOK
1.00
1,684.93
1,666.55
Grafik Time Series
NZD
1.00
8,003.93
7,921.54
Grafik Time Series
PGK
1.00
5,020.74
4,487.72
Grafik Time Series
PHP
1.00
240.12
237.65
Grafik Time Series
SAR
1.00
2,599.66
2,573.39
Grafik Time Series
SEK
1.00
1,516.43
1,500.07
Grafik Time Series
SGD
1.00
7,807.32
7,728.22
Grafik Time Series
THB
1.00
329.80
325.72
Grafik Time Series
USD
1.00
9,749.00
9,651.00
Grafik Time Series



Contoh Soal Kurs Jual Beli
1.      Tuan Umay berkunjung ke Indonesia dengan membawa uang sebesar 2000 EUR. Ketika ditukar ke Bank maka uang yang didapat Tuan Umay sebesar ?
EUR = 2000 x 12.559,81 (kurs beli) = Rp. 25.119.620
2.      Nona Mira mengimpor mobil dari Amerika dengan harga 17.000 USD. Berapa Euro yang harus dibayar oleh Nona Mira ?
USD = 17.000 x 9.749 ( kurs jual) = Rp. 165.733.000
EUR = Rp. 165.733.000 : 12.690,27 (kurs jual) = 13.059,84
3.      Pak Umar seorang Pialang yang baru pulang dari luar negeri ingin menukarkan uang negara lain yang dimilikinya sebesar 1500 US $, 1450 JPY, dan 1200 GBP dengan rupiah. Maka uang yang diterimanya sebesar ?
US$ = 1500 x 9651 (kurs beli)            = Rp. 14.476.500
JPY = 1450 x 10049,98 (kurs beli)     = Rp. 14.572.471
GBP = 1200 x 14570,11 (kurs beli)    = Rp. 17.484.132    +
                                                               Rp. 46.533.103
4.      Tuan Adi ingin membuka usaha dibidang Impor kopi dari Thailand. Ia membutuhkan THB 145.000 untuk modal usahanya. Berapa rupiah yang harus ia siapkan jika mempunyai tabungan senilai 4000 $ ?
USD = 4000 x 9651 (kurs beli) = Rp. 38.604.000
THB = 145.000 x 329,80 (kurs jual) = Rp. 47.821.000
Rp. 47.821.000 - Rp. 38.604.000 = Rp. 9.217.000
5.      Nona Icha mendapat kiriman dari kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar Y 7000 dan mendapat kiriman dari ayahnya yang bekerja di Australia sebesar US$ 2000. Berapa rupiah uang yang akan diterima Nona Icha ?
US$ = 2000 x 9651 (kurs beli)    = Rp. 19.302.000
JPY = 7000 x 100,49 (kurs beli) = Rp.      703.430   +
                                                        Rp. 20.005.430
6.      Ibu Intan mendapat kiriman uang dari anaknya yang berada di Hongkong sebesar 35.000 HKD. Ia ingin membeli perhiasan sebesar 200$, selain itu juga ingin membelikan suaminya sebuah jam tangan senilai 150 EUR. Maka berapa sisa uang yang diterimanya ?
HKD = 35.000 x 1.243,99 (kurs beli) = Rp. 43.539.650
US$ = 200 x 9.749 (kurs jual)             = Rp. 1.949.800
EUR = 150 x 12.680,27 (kurs jual)     = Rp.  1.903.540,5   +
                                                                Rp. 39.686.309,5
Rp. 39.686.309,5 : 1.256,64 (kurs jual) = 31.581,28
7.      Krisna memperoleh Deviden dari sejumlah saham yang ia punya diluar negeri sebesar masing-masing 13.000 AUD. Ia ingin membelikan anak kembarnya handphone masing-masing senilai 800 SGD, selain itu ia ingin mengaja pergi istrinya dan tour per orang dikenakan biaya 3500 USD, biaya fiscal 2.350.000. berapa EUR yang harus diambil Krisna dari tabungannya ?
AUD = 13.000 x 10.006,16 (kurs beli) = 130.080.080
SGD = 800 x 7.807,32 (kurs jual)         =     6.245.856
USD = 3500 x 9.749 (kurs jual)            =  34.121.500
Biaya Fiskal = 2.350.000 x 2                =    4.700.000    +
                                                              = 175.147.436
175.147.436 - 130.080.080 = 45.067.356 : 12.690,27 = 3.551,33
Tuan Doni mengimpor pakaian dari Hongkong dengan harga 17.000 dollar. Berapa GBP  yang harus dibayar oleh Tuan Doni ?
USD = 17.000 x 9.749 (kurs jual) = 165.733.000 : 14.719,04 GBP (kurs jual)
                                                       = 11.259,76
9.      Nona Agustin mempunyai uang sebesar Rp. 20.535.000 dan ia ingin menukarkan uang rupiah nya ke dolar Amerika, maka berapa dollar yang akan diterima Nona Agustin ?
Rp. 20.535.000 : 9.749 US$ = 2.106,36
10.  Wahyu berkunjung ke Indonesia dengan membawa uang sebesar 75.000 THB. Ketika ditukar ke Bank maka uang yang didapat Wahyu sebesar ?
THB = 75.000 x 325,72 (kurs beli) = Rp. 24.429.000